Selasa, 11 September 2018

Perihal Kebohongan

Ada banyak hal yang tak kamu ketahui, bahkan aku pun tidak
Seperti saat aku dengan semangatnya merespon kekacauan ini, padahal tidak
Seperti mencoba berlapang dada dengan kepudaran yang menyerang,
Atau berpura-pura memiliki hati yang elastis, namun tidak sama sekali

Ada banyak hal yang tak diketahui, seperti diam-diam aku telah begitu menginginkanmu 
atau ternyata tanpa sadar kamu telah memudar 
Ada banyak hal yang tidak diketahui, seperti mencoba berdamai dengan keadaan yang ada
atau mencoba terbiasa dengan hal-hal yang datang tiba-tiba

Ada banyak yang ingin aku ceritakan, seperti harus aku apakan pilihan yang ada ini,
harus bagaimana dengan hal baik dan buruk yang mendekapku kali ini,
harus bersikap seperti apa pada kenyataan ini,
atau perihal sebenarnya aku ingin pelukanmu menenangkan semua ini.

Ada banyak hal yang ingin aku beritahu, 
Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan.
Akan kuceritakan nanti saat kita bertemu, betapa sesaknya saat aku mengetik tulisan ini.

Contoh kecilnya saja, sebenarnya aku hanya bingung pada diriku sendiri
aku tak bisa memahami diri ini, 
bahkan apapun yang ku lakukan adalah hal-hal implusif
yang sebenarnya aku tidak begitu.

Jadi, bohong jika aku tersenyum saat ini memudar
bohong jika aku tertawa riang dengan banyak pilihan yang sebenarnya tak ku inginkan
bohong jika aku baik-baik saja dengan serangan kenyataan ini
bohong jika aku selalu bertingkah berlebihan seolah semuanya tak ada hambatan

Ah, terlalu banyak hal untuk dikeluhkan, bukan?

Senin, 16 Juli 2018

Tadi Aku Mampir Sebentar

Tadi aku mampir ke tubuhmu
Aku menjelajahi peta pengisi tubuhmu
Aku berencana mengunjungi hatimu
Tapi aku terhenti,
Aku mengurungkan niatku
Karena ku lihat dia masih disana, menjaga erat hatimu
Dia mengunci rapat-rapat pintu hatimu
Kau disitu bingung,
Karena kau juga memegang hati nya
Namun kau sedikit bimbang saat melihatku,
Kau masih menimbang-nimbang,
Kau masih menentukan pilihan,
Ingin mempermainkan atau mempertahankan

Rabu, 04 Juli 2018

Aku menulis sesuatu

aku menatap langit-langit atap kamar tidurku sekali lagi, dengan 100 pemikiran,
"mungkin dia tau siapa aku? atau "sebenarnya, mungkin tidak"

aku berjalan menyusuri lorong dengan kepala menunduk,
takut bertemu dengan mata mu..
bahkan ketika aku mendengar suara mu,
rasanya seperti kupu-kupu langsung memenuhi perutku

kamu harus tau, 
aku tidak mungkin bisa mengeluarkanmu dari pikiranku
Seperti aku memikirkan tentang 100 pemikiran dan kamu 99-nya 
iya, aku mengerti
kalau kamu tidak akan pernah menjadi milikku
tidak masalah, aku hanya mencoba masuk ke dalam hidupmu sedikit saja 

lalu kamu selalu berjalan diruangan yang ramai,  ruangan yang dipenuhi dengan lampu
dan kamu dibutakan oleh lampu itu, sedangkan
aku yang selalu berjalan menunduk dan tak pernah menunjukkan mataku
tapi terkadang kamu mencoba untuk berbicara padaku, 
namun itu bukanlah hal yang mudah untukku,
karena setiap kamu mengeluarkan suaramu, aku selalu tak sanggup
dan aku selalu melarikan diri

dan bisa jadi,
suatu hari nanti, mungkin aku akan berani
dan mulai menuju ke arahmu, berjalan tanpa tundukan lagi
dan mungkin,
suatu hari nanti kamu akan merangkulku
dan mengajakku bertemu secara langsung, menatap satu sama lain..
dan bisa saja,
suatu hari nanti, kamu akan melihat mataku
dan berkata 'kaulah satu-satunya cahayaku'

untitle

sebelum menuangkan pikiranku ke dalam tulisan ini,
aku sedang memikirkan sesuatu.
sesuatu yang mungkin orang lain juga inginkan, yaitu selalu dikagumi
kagumi bagaimana maksudnya? pasti kau bertanya
dikagumi bukan karena fisikmu,
bukan juga karena keahlianmu,
atau karena kepintaranmu,
namun karena sifat dan sikap baikmu.

kau tau apa yang paling kusukai darimu?
respon hangatmu..
lalu yang aku senangi itu keloyalan dirimu
mau tau lagi apa yang ku kagumi darimu?
sikap ramah dan sifat baikmu..

kenapa kau harus memiliki semua itu?
kau semakin menarikku ingin mengetahui lebih jauh tentang dirimu,
semakin membuatku tak habis-habisnya memikirkanmu.
kau harus tau, kau menjadi alasanku riuh sebelum tidur

lantas jika kau terus seperti itu,
aku ingin mengajakmu naik ke satu level
apakah kau berani?