Jumat, 27 Oktober 2017

KUASA HATI di Labirin Pikiranku

Harus mulai darimana ku tuangkan pikirian yang berasal dari hatiku ini?
Awalkah atau intinya saja?
Rasanya terlalu awal perkenalan kita untuk aku ceritakan dari awal..
Tetapi masih terlalu singkat perkenalan kita untuk langsung menceritakan intinya.

Tapi dari semua kesingkatan ini, mengapa aku sudah terjatuh?
Mengapa kamu sudah menjadi alasanku menunggu notif ponselku?
Tapi kenapa aku selalu mendoakan mu dalam sholatku?
Bagaimana bisa kamu hampir mengisi seluruh relung hati dan otakku?

Tunggu dulu, pikiranku ini rumit serumit labirin
Banyak teka-teki tentang semua ini
Terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan tentang kedatanganmu
Layaknya puzzle yang harus diselesaikan, aku kehilangan puzzle-puzzle yang harus kususun
Lalu..
Bagaimana bisa aku menyelesaikan teka-teki ini
atau menjawab atas pertanyaan-pertanyaanku sendiri
atau menemukan puzzle-puzzle yang hilang itu agar bisa ku selesaikan
Aku kehilangan semuanya.. kau merenggut hampir segalanya..

Kamu bagaikan penguasa hati dan menjadi labirin di pikiranku
Sepertinya kamu adalah jawaban dan penyelesaian dari kerumitan dan masalah ini
Mana mungkin kau mau jadi jawaban itu, sejelas kenyatan bahwa aku yang mengagumi tapi aku sedang menutupinya saja, aku tak mau tau pahitnya kenyataan
Namun kalau begitu mengapa kau datang padaku?
Karena kedatanganmu itu, aku sudah mulai menggantungkan harapanku padamu

Sikap ramah mu, kenyamanan saat mengobrol denganmu, bentuk tubuh itu,
kepintaranmu itu, masa depanmu yang jelas itu penyusun wajahmu itu..
Sungguh terlampau sempurna, kalau bisa aku nilai kau bernilai 101
dan aku ini hanya bernilai 1.

Dengan segala kesempurnaan yang kamu miliki,
aku tak bisa membandingkannya dengan ku
Kita ini tidak memiliki perbandingan yang garis lurus, kamu terlalu tinggi sehingga susah digapai
Kamu terlalu sempurna untukku, aku tau diri saja.
Kamu membuat diriku ini jatuh sejatuh-jatuhnya untuk berdampingan denganmu
Membuatku terbanting sebanting-bantingnya saat bersamamu
Tidak pantas..
Tidak cocok..
Tidak sesuai..
Tidak sebanding..
Kata-kata itu yang selalu muncul dikepalaku.

Pasti kamu juga berpikir seperti itu, bukan?
Kamu hanya bersikap ramah saja kepadaku setelah pertemuan itu
atau sebelum itu juga kamu hanya ingin mengenalku
Aku saja yang terlalu berlebihan, berpikiran kemana-mana, bermimpi bisa berdampingan denganmu
Sepertinya sudah terbukti dari selisih durasi saat kamu menjawab pesan-pesan singkatku
Tapi aku saja yang berusaha menutup-nutupinya.

Jelaskan mengapa kamu harus datang padaku dengan penuh misteri?
Kamu bilang ingin dekat denganku, lalu bolehkah aku berharap dengan kata-katamu itu?
Jelaskan bagaimana kamu bisa mengetahuiku?
Apa aku hanya terlalu percaya diri, bepikiran telah dicari oleh kamu.
Tentu saja tidak hanya aku, bagimana tidak dari kesempurnaan yang kamu miliki, siapa yang tidak mau?

Aku ini selalu diam disini, diam-diam sudah jatuh padamu
Diam-diam sudah menyukaimu
Diam-diam sudah memiliki rasa ketertarikan padamu
Diam-diam sudah mengagumi
Diam-diam telah menggantungkan harapanku padamu.
Semoga kau juga begitu, aku hanya bisa berdiam diri disini sambil mengharapkanmu melalu doa di setiap sholatku.
Aku berharap doa-doaku itu akan menjadi kenyataan suatu saat nanti.