Jumat, 22 September 2017

Sajak Lembayung untuk Hatikah atau Senja?

Harus kutuangkan apa dilembaran ini, jika senja dan hatiku memiliki definisi yang sama.
Sama... hangat yang dimiliki hatiku saat melihat senyummu.
Oranye senja melukiskan indahnya wajahmu.

Senang bukan main rasanya saat melihat lembayung senja, sama halnya seperti aku saat bertemu denganmu, senangnya ini tak bisa ku kerangkakan apalagi digambarkan atau bahkan aku definisikan, rasanya ingin terus melihatmu...

Aku tau, ini delusiku semata, aku tau ini terlalu hiperbola..
Aku tau semua yang terlalu itu tidak baik, tetapi kamu itu.. memang keluarbiasaanku..

Kamu sama seperti senja, menenangkan sekaligus menakutkan.
Aku takut, rasa ini terus berlanjut dan tak ada habisnya, dan kamu itu hanya diam membisu karena tak tau perasaanku ini.

Tetapi hatiku ini tidak bisa sejelas senja, karena aku ini menyimpan rasa diam-diam terhadapmu dan senja yang aku anggap itu kamu.

Kamis, 21 September 2017

Puisi untuk yang aku pikirkan

Namamu bagai sajakku ini, aneh.
Wajahmu seperti biru di langit bumi, nyaman
Rambutmu hitam pekat bak malam yang mendung
Matamu seperti senja di februari, menenggelamkan ku dalam duniamu
Senyummu bak terik matahari di januari,
Membara seperti rasa suka ini..

Sembilu hatiku karena mendiamkan rasa ini
Lalu bisa apa aku ini? 
Aku ini bak batu bagi kamu, bagaimana tidak.. aku ini baru saja kamu ketahui.
Kamu terlalu kaku seperti kayu,
Kamu itu seperti air yang beku, dingin, tak bisa ku cairkan hatimu.. 
Dirimu bak musim hujan saat desember, dingin
Tapi, rasa ini masih saja menggebu-gebu. 
Biar aku tak kau toleh, setidaknya hangatlah kepadaku sedikit saja. 
Aku menyukaimu, pemilik nama yang menarik..